Selasa, 15 Mei 2012

Kirim Makanan Lewat E-mail, Mungkinkah??

Sedikit kepenatan mulai menghantui ketika kita harus belajar hal yang baru, ilmu yang baru, bahasa yang baru juga, akhirnya diperlukan pemikiran keras untuk mencernanya........

Ilmu belum masuk-masuk juga, meski udah baca semingguan hanya untuk satu bab ini >.< akhirnya menyebabkan ke"ababil"an tersendiri.
*eits...hati-hati sama orang ababil kawan, tindakannya biasanya nyleneh, sekiranya kalau tidak bisa menetralkannya, sebaiknya kabur aja @.@ jangan dekat-dekat ma orang tersebut.

Akhirnya timbul ide untuk mengisengi teman-teman entah itu lewat fb, game, or twitter(*emang punya??), lama kelamaan bosan juga, teman yang diisengi pun pasti tahulah, pasti ada apa-apa ne dengan orang yang lagi ababil kan.

"Sepertinya ada yang salah :D, mungkin karena gak ada camilan kali ya pas belajar" *pikirku.
sambil post di chatting juga..

Tiba-tiba temanku nyeletuk, "belino.." (belikan, red)
Lah posisi aja gak tau, gimana mau ngirimi @.@ masak kirim lewat email.....

hemm.. akhirnya timbul pemikiran, bagaimana ya kalau makanan dikirim lewat email saja

Metode yang sempat terpikir sih seperti ini :
=> Makanan [3D], dikompress menjadi bit-bit biner, kemudian kita kumpulkan kembali dalam bentuk compressan, entah itu .zip ,  .tar.gz or sejenisnya.
=> kemudian kita kirim lewat email,  email di buka, didownload, di extract jadi makanan [3D] lagi...


Aku pun mulai searching di google dan hasilnya malah nyasar kemana-mana, entah itu jasa catering, kemeja dan roti kaleng,atau malah tips-tips cara memilih makanan.
Untuk saat ini, *berdasar yang saya tau, hanya sampai Object 3D kita ambil gambarnya. menjadi dimensi 2, tapi kenapa? kita kok seolah-olah melihat sesuatu yang berdimensi 3 padahal medianya berdimensi 2, yaitu layar monitor atau cetakan foto. yah, itu karena kita mengenalnya sebagai "Efek Kedalaman".

Nah baru 4 bulan kemarin, lab saya berencana membeli printer dan scanner 3D, sempat didemokan juga sih, barangnya dari israel. mesinnya itu mescanning gambar 3D, jadi gak usah pakai 3dmax, blender atau software lainnya untuk buat animasi sejenis, cukup di scan saja, nah untuk mencetaknya menjadi bentuk 3d, harus ada bahan khusus, nanti dicetakkan oleh printer tersebut. langsung liat gambar aja y.
hasil cetakan
bentuk printer
Nah bagaimana ya kira-kira kalau makanan bisa diubah menjadi bit-bit biner,
Sepertinya akan jadi penemuan yang menggemparkan dunia. @.@

11 komentar:

  1. Saya yang akan mencoba hasilnya pertama kali jika mas arif berhasil menemukan cara mengirim makanan via email :D

    BalasHapus
  2. ga mau ah, ogah makanannya sudah kecampur tinta printer @@

    BalasHapus
  3. ._.

    Ga kebayang makanan dikirim via e-mail. Ntar jadi kayak yang di film charlie n the chocolate factory kali ya, ngirim makanan lewat tv, mirip2 siih hehe.

    BalasHapus
  4. kaya film Charlie and the chocolate factory nya johny deep, disitu dia bereksperimen bisa kirim coklat via TV.. eh btw udah tau belum kalau kamu punya PR?? :D http://nufadilah.blogspot.com/2012/05/back-to-school.html

    BalasHapus
  5. Makanan maya cuma buat orang yang hidup di dunia maya bukan orang suku maya! Tapi kayaknya itu hil yang mustahal, lagian kita kan laper beneran. Jasmani bukan rohani! Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D, bener juga bang, bhahaha.... *niru ketawanya :P

      Hapus
  6. Hello! I just would like to give a huge thumbs up for the great info you have here on this post. I will be coming back to your blog for more soon.

    BalasHapus

have a question, just spill it :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...