Minggu, 25 September 2016

Bertaqwalah...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya

Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
.
Dan sang isteri pun marah.
.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dgn tenang amarah istrinya itu, setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
.
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq
.
Istri beliau terdiam.
.
Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
.
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yg terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yg tersisa, tidak lain hanya kepada yg Menciptakan Semangka itu..!"..
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus kedalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
.
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan."
.
pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dgn segala keadaan yg ada, baik yg kita sukai atau sebaliknya.
.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yg mampu membuat yg memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagai mana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikan nya bertambah taat kepada Allah
.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
.
Tanah yg barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding....tiada tara.
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauhmana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.
Alhamdulillah

Rabu, 21 September 2016

Apa 10 hal yang harus kamu lakukan sebelum usia 30 tahun?


1. Tinggal sendiri setidaknya selama setahun. Belajar bagaimana hidup mandiri. Belajar bagaimana mengatur kebutuhan dasar kamu. Disamping itu, hidup sendiri juga membiarkan dirimu untuk memiliki ruang privasi sendiri dan banyak waktu untuk berbicara dengan dirimu sendiri.

2. Mulai berbisnisDalami keahlian berjualan. Belajarlah bagaimana melayani banyak grup pembeli, bagaimana membuat sebuah produk, bagaimana mengatur keuangan, bagaimana caranya agar tidak kelaparan atau mati karena tidak memiliki pekerjaan. Hal itu bisa apa saja. Kamu bisa menciptakan sesuatu, kamu bisa menjual keahlian kamu dalam bentuk jasa. Kamu bahkan bisa menjadi perantara atau pemberi solusi untuk orang-orang yang memiliki masalah.

3. Gagal dengan cepat dan seringKegagalan mengajarkan lebih banyak dibandingkan kesuksesan. Apapun hal yang membuat kamu gagal, kamu pasti belajar sesuatu dari hal tersebut. Ambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Lakukan hal ini saat kamu berusia 20an, kamu akan bersyukur pada diri kamu sendiri di usiamu yang ke 30, 40, 60, 70 dan seterusnya.

4. Menumbuhkan kebiasaanCiptakan visi untuk dirimu sendiri dan tentukan tujuan yang sesuai dengan visimu. Langkah selanjutnya adalah melakukan hal yang berkontribusi untuk menggapai tujuanmu. 90% kegiatan harianmu terdiri dari kebiasaan kamu, belajar bagaimana menciptakan kebiasaan di usia 20 sangat penting. Cobalah identifikasi kebiasan buruk (hilangkan) dan kebiasaan baik (pelajari) dan selalu konsisten dalam mempraktikan apapun yang kamu kerjakan.

5. Jatuh cintaJatuh cinta bisa menyakitkan dan membuatmu patah hati. Intinya adalah bukan untuk mndapatkan sesuatu dari suatu hubungan tapi belajar bagaimana memberikan waktu dan usahamu untuk orang lain. Suatu hubungan bukanlah tempat untuk mendapatkan sesuatu tetapi untuk memberi. Disamping itu, hubungan adalah cermin diri agar kamu bisa terus berkembang dan merefleksikan diri.

6. Belajar mencintai apa yang kamu kerjakan. Ini adalah pilihan. Ini adalah skill yang bisa dipelajari. Kebanyakan orang berbicara tentang menemukan passionnya, belajar memenuhi panggilannya, dan hanya mengerjakan apa yang ia suka. Mengapa kita tidak belajar untuk menyukai apa yang kita kerjakan? Kita bisa lebih berusaha dalam melakukan sesuatu, mengetahui kekuatan kita, dan bekerja keras mengembangkannya sedikit demi sedikit setiap harinya. Mengerjakan apa yang kita cintai dan mencintai apa yang kita kerjakan adalah hal yang berbeda

7. Bangun hubungan yang tulus. Bertemu dengan orang baru di dunia nyata. Internet membuat komunikasi lebih mudah tapi tidak menggantikan bertemu dengan orang secara langsung. Bagikan wawasan yang kamu punya dan berkontribusi dalam hal apapun yang kamu bisa untuk orang-orang di sekitarmu. Aktif mendengarkan dan juga sungguh-sungguh belajar dari orang sekitar. Bangun sebuah komunitas, bukan transaksi bisnis.

8. Baca sedikitnya  jumlah bukuMembaca secara harfiah mengambil otak dari si penulis. Kamu mendapatkan wawasan baru hanya dalam 20 menit, yang mungkin pengarangnya membutuhkan waktu 20 tahun untuk menemukan ide tersebut. Baca sebanyak buku di usia 20an dan implementasikan pelajaran yang kamu dapat di kehidupanmu.

9. Kuasai satu keahlianUsia 20an adalah waktu dimana kamu tidak boleh menetap dalam segala hal. Tapi salah satu kunci untuk sukses dalam hidup adalah kemampuan untuk menunda kepuasan. Yes, kamu ingin melakukan sesuatu yang keren, kamu ingin mendapatkan uang dengan cepat, kamu ingin menjadi orang yang tahu segala hal, tapi kamu akan menderita jika kamu melakukan hal tersebut di usia 20. Sebaiknya, fokus pada satu hal, tidak bermain-main, pilih suatu keahlian.
10. Menyadari posisimu. Gambarkan dengan jelas apa yang paling penting untuk kamu, ketahui visi dan misimu, cari tahu kekuatan dan kelemahanmu. Dan ketahui peranmu di lingkungan sosialmu – di keluarga, karir dan hubungan

So, dari 10 hal diatas, mana saja hal yang sudah kalian lakukan ??

Selasa, 21 Juni 2016

[THE POWER OF ISTIGFAR]

[THE POWER OF ISTIGFAR]
Kisah Imam Ahmad, penjual roti, dan istigfar.
Dikisahkan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung. Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil untuk shalat sekaligus berniat bermalam disana. Seusai shalat, ia hendak merebahkan tubuh tua beliau di masjid kecil tersebut guna melepaskan sedikit kepenatan malam itu, tiba-tiba sang penjaga masjid datang dan melarang beliau tidur di dalamnya.
Sang penjaga tidak mengetahui bahwa, yang dihadapainya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Beliau langsung keluar dan berpindah ke teras masjid dengan niat beristirahat di luar masjid itu. Namun sang penjaga tetap saja mengusir beliau secara kasar dan bahkan sampai menarik beliau ke jalanan.
Tepat saat Imam Ahmad sedang kebingungan di jalan itu, melintaslah seseorang yang ternyata berprofesi sebagai pembuat dan penjual roti. Akhirnya dia menawari dan mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa, tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hanbal.
Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itupun segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau agar langsung istirahat. Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.
Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, melainkan malah memperhatikan segala gerak gerik sang pembuat roti yang menjamu beliau. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.
Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya, “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”
Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”
Sang Imam melanjutkan pertanyaan beliau, “Lalu apakah Anda bisa merasakan adanya hasil dan manfaat tertentu dari kebiasaan istighfar Anda ini?”
“Ya, tentu saja,” jawab sang tukang roti dengan cepat dan penuh keyakinan.
“Apa itu, kalau boleh tahu?,” tanya Imam Ahmad lagi.
Ia pun menjelaskan, “Sejak merutinkan bacaan doa istighfar ini, saya merasa tidak ada satu doapun yang saya panjatkan, melainkan selalu Allah kabulkan, kecuali satu doa saja yang masih belum terkabul sampai detik ini?”
Sang Imam semakin penasaran dan bertanya, “Apa gerangan doa yang satu itu?”
Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”
Mendengar jawaban dan penjelasan terakhir ini, Imam Ahmad terhenyak dan langsung bangkit serta bertakbir, “Allahu Akbar! Ketahuilah wahai Saudaraku bahwa, Allah telah mengabulkan doamu!
Sang pembuat roti kaget dan penasaran, “Apa kata bapak? Doaku telah dikabulkan? Bagaimana caranya? Dimana saya bisa menemui Sang Imam panutan saya itu?”
Selanjutnya Imam Ahmad menjawab dengan tenang, “Ya. Benar, Allah telah mengabulkan doamu. Ternyata semua yang aku alami hari ini, mulai dari kemalaman di kampung ini, diusir sang penjaga masjid, bertemu dengan Anda di jalanan, sampai menginap di rumah ini, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh. Ya, orang yang sangat ingin kamu temui selama ini telah ada di rumahmu, dan bahkan di depanmu sekarang. Ketahuilah wahai lelaki saleh, aku adalah Ahmad bin Hanbal…!”
Subhanallah, Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya yang senantiasa membaca istighfar.
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
Dari Ibnu Abbas r. a Rasulullah SAW Bersabda :”Siapa yang selalu beristighfar (meminta ampun kepada Allah), niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan dan memberi rezeki tanpa di duga olehnya. (HR. Abu Daud)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...