Showing posts with label math. Show all posts
Showing posts with label math. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Karakter Pelajar kita...(maybe me too)

Mendekati ujian unas yang dilakukan serentak secara nasional bulan April ini. Ada beberapa pertemuan diselenggarakan oleh beberapa pakar matematika dan sains dengan murid-murid SMA se-kabupaten... sebut saja kabupaten Gresik.

Pertemuan itu juga dihadiri para guru pembimbing dan pakar-pakar bimbingan lbb. Setelah rangkaian perbincangan dan peragaan peristiwa-peristiwa sains selesai, para siswa diberi kesempatan bertanya. salah seorang siswi mengacungkan tangannya, dia adalah yenny, cewek cantik dan terpandai dikelasku. Dia mengajukan pertanyaan mengapa saat kita minum teh, sedotan yang ditutup ujungnya sambil diangkat airnya tidak tumpah. seorang lagi bertanya apakah diruang angkasa kipas dapat menyejukkan penghuninya(astronot,red).

Pimpinan pertemuan mempersilahkan seorang relawan dari kalangan guru fisika dan pembimbing lbb untuk menjawab kedua pertanyaan itu. Selama beberapa menit ruangan menjadi sunyi senyap. Kemudian terdengar gelak  para siswa karena ternyata tidak ada seorang guru pun yang dapat menjawab kedua pertanyaan sederhana tetapi ganas tersebut. Apa kiranya yang akan kita lakukan selaku ayah atau ibu kalau anak kita seperti yen, yang suka mengajukan pertanyaan dirumah?
Tentu saja kita mungkin juga mengalami suasana terjepit seperti yang dialami para guru dan ahli bimbingan lbb tersebut. Cara menjawabnya tidak mudah apabila kita biasanya terlatih menjawab soal yang sudah disediakan jawabannya lima buah (a,b,c,d,e). Tinggal memilih satu saja jawaban terbaik dari lima yang tersedia.

Misalnya saja ada pertanyaan berapa akar x^2 + 2x +1 = 0, maka dari lima jawaban yang tersedia tinggal kita pilih jawaban yang tepat, yaitu yang kalau diisikan ke peubah x akan membuat persamaan kuadrat tersebut menjadi nol. Jawabannya adalah x=-1 karena (-1)^2 + (-1).2 +1 =0. Akibatnya siswa SMA dapat saja lulus ujian saringan masuk ke perguruan tinggi karena telah tepat memilih jawaban yang benar. Ia lakukan hal itu tanpa harus berpikir kembali secara mendasar, yaitu mengingat kembali rumus akar kuadrat {(-b +_ ((b^2 - 4ac)^0.5))/2a}

Berpikir kembali secara mendasar adalah cara menyelesaikan masalah paling tepat, untuk masalah kedua yang harus dilakukan adalah mengingat kembali apa sebenarnya angin itu. Dari wikipedia dijelaskan bahwa angin itu adalah suatu massa udara yang bergerak  dari tempat bertekanan udara tinggi ke tempat udara bertekanan rendah. Kalau ada udara dikipasi, maka tekanan udara yang kena kipas akan menjadi lebih tinggi dan bergeraklah udara dari tempat itu kearah tekanan yang disebabkan oleh kipas. Kalau itu dilakukan diluar angkasa yang hampa udara, apa yang mau pindah kalau udaranya tidak ada. Jadi anginnya pun tidak ada.  Kalau aku mendapat pertanyaan dari si yen, yang harus kulakukan adalah mengingat kembali masa-masa indah berkenalan dengan yen, eitss salah.. yang harus kulakukan adalah mengingat kembali prinsip dasar tekanan dan hukum newton. Benda tetap diam  jika gaya-gaya pada benda itu setimbang. Tangan yang menutup sedotan mengurangi tekanan udara didalam sedotan, karena tekanan udara dalam sedotan ditambah berat air sama dengan gaya tekan udara dari luar maka air tidak jatuh. Semua ini adalah jawaban yang menggunakan deduksi atas dasar pengetahuan yang sudah dianggap benar dan digunakan sebagai dasar penalaran.

So,,??? mari bercermin pada diri kita sendiri kawan-kawan, inilah salah satu bentuk kesalahan di sistem pendidikan kita, ujian snmptn dan unas jika input-input mahasiswa yang bisa kuliah dikampus kebanyakan dari hasil lbb lbb yang mementingkan "kelulusan" tanpa disertai dasar dari pengetahuan itu sendiri, bahkan dikampus saya sendiri juga ada beberapa teman saya yang menjual "skripsi", huft.. =.="

sumber :
1. Republika , 26 sep 1999
2. Yohanes Surya, Fisika itu Asyik
3. Me, "have fun with this @_@"

Monday, April 2, 2012

Pikiran Kosong atau Nol???

AArrghh........ rumit juga tugas yang satu ini(Gerutuku dalam hati), sejenak membuatku sedih menghadapi kenyataan bahwa selain lemah di programming, ternyata aku lemah juga di hitung-hitungan... (T^T), Soal yang harus dikerjakan juga oleh john Tero yang merupakan kekasih EL ini sukses membuat pikiranku kosong [#notresponding,rada autis dengan sekitar], eits.. tiba-tiba muncul ide untuk ngeblogging lagi deh (mencoba sejenak kabur dari yang namanya tugas).

Kosong dan Nol sering diartikan sama oleh sebagian besar penduduk Indonesia, no hp (untuk bilangan nol) juga sering disebut kosong oleh beberapa pembeli dan penjual pulsa disurabaya =.=". Mungkin siswa SMA seperti EL ,calon mahasiswi annisa, atau mahasiswa john Tero juga menganggap sama arti dari nol dan kosong. perlu dicatat bahwa nol itu beda dengan kosong, nol itu bukan berarti tidak ada.

Contoh : disuatu lapangan terdapat dua buah mobil yang sedang diparkir. Satu jam kemudian kedua mobil tersebut dipindahkan. Jadi, tidak ada lagi mobil yang diparkir dilapangan tersebut. Kita dapat mengatakan bahwa banyaknya mobil yang diparkir sekarang adalah nol buah. Disini, nol buah mobil menunjukkan bahwa memang tidak ada mobil dilapangan tersebut. Tetapi, nol buah mobil menunjukkan bahwa memang tidak ada mobil dilapangan tersebut, nol disini adalah nilai. Nol disini berfungsi untuk merepresentasikan ketiadaan tersebut dalam suatu konstanta numerik. Jadi, bukan berarti nol adalah tiada.

Dalam matematika nol adalah bilangan sedangkan kosong dan tiada adalah sifat. Contoh yang paling jelas adalah antara himpunan nol dan himpunan kosong. Himpunan nol adalah himpunan yang anggotanya satu unsur yaitu nol, sedangkan himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota

"Ada waktunya kalah, tapi ada pula saat untuk menang"
 #thank's to Moch haris, my math teacher, telah diberi pengajaran yang spesial saat masih SMA.