Sunday, November 2, 2014

Masakan Yang Sehat dan Bergizi, bukan Fast Food

To be a good meal, food has to have be prepared with love, dedication, certain hygiene standards and proper cook time.

so, lihat-lihat dulu ya siapa yang masakin :3


http://naturalsociety.com/how-bolivia-triumphed-over-mcdonalds/

Thursday, October 23, 2014

Mengatasi Error GPG pada Ubuntu.

Banyak banget newbie yang make open source dan lagi coba-coba software terbaru mengalami error gpg.

error disebabkan karena mereka belum mendowload pubkey nya dari software center.

solusi :
sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys ED444FF07D8D0BF6

ED444FF07D8D0BF6  adalah serial number yang dibutuhkan.

Sunday, October 12, 2014

Istilah - istilah penting dalam manajemen Infrastuktur IT

Fault Tolerance

Tingkat dimana perangkat lunak server menyesuaikan dengan kegagalan dari berbagai bentuk (termasuk kegagalan hardware dan software) sehingga sistem masih bisa melayani permintaan klien seperti biasa, tanpa klien menyadari kegagalan ini.

Failover

Ketika satu server (perangkat lunak atau perangkat keras) mengalami masalah, down, dan tidak dapat melanjutkan untuk melayani permintaan, klien secara dinamis beralih ke server lain yang dapat mengambil alih dari layanan server yang gagal.

*beda : fault tolerance itu sistem yang bisa memperbaiki dirinya sendiri ketika terjadi suatu masalah (masih dalam satu server), fault tolerance biasanya menyatakan ketahanan terhadap kegagalan yang masih bisa diperbaiki sedangkan failover, satu server down dan diambil alih servicenya oleh server lain.

High Availability

Sebuah layanan yang selalu up, selalu tersedia, selalu melayani permintaan, dan dapat melayani volume request yang luar biasa besar secara bersamaan. High Availibility harus mempunyai fault tolerance untuk menjaga ketersediaan layanannya.

Distributed

Beberapa proses komputasi dapat terjadi di beberapa komputer server yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan, idealnya secara paralel. Misalnya, banyak contoh web server masing-masing berjalan pada komputer server terpisah di belakang penyeimbang beban(load balancer) TCP merupakan contoh web server yang didistribusikan (distributed).

Replicated

Setiap informasi/data harus dikopikan kedalam suatu tempat lain, sehingga bisa dibuat backup dan restore dan menjaga ketersediaan(high availability).

Load Balancing 

Penyeimbang resoource, misal ada service yang dilayani oleh 2 server yang terdistribusi, server yang satu sudah sangat sibuk menangani layanan sedang server kedua masih idle atau tidak terlalu sibuk. maka ketika ada request layanan lagi, akan dihandle oleh server kedua. sampai beban kerja dibagi rata.

Cluster

Sebuah cluster terdiri dari dua atau lebih contoh perangkat lunak server yang berjalan pada satu atau lebih komputer server yang bekerja sama untuk melayani permintaan klien sehingga klien menganggap kelompok sebagai layanan tunggal sangat tersedia. Tujuan pengelompokan ini adalah untuk mudahnya monitoring sumber daya server yang tersedia(karena sudah jadi 1), menyediakan layanan yang selalu tersedia untuk klien, sambil memanfaatkan semua sumber daya komputasi yang tersedia seefisien mungkin.

Saturday, October 11, 2014

Mengakses komputer rumah dari kampus dengan SSH Tunneling dan PORT FORWARDING.

Studi kasusnya seperti digambar...
jadi saya lagi internetan dikampus dibelakang proxy firewall, dan port yang dibuka cuma 80 dan 443.
nah saya ingin meremote/mengakses sesuai kebutuhan,
ip local = 10.122.1.84/24 ingin mengakses komputer rumah (192.168.123.7/24), misal remote, copy file, atau untuk mengecek hasil download-an film sudah selesai atau belum.

Langkah pertama, Cek kemampuan router.
saya mendapatkan router merk tenda entah seri berapa, ketika berlangganan akses internet lewat provider Fast***. Router sudah built-in firmware bisa diupgrade tapi tidak seperti os ubuntu/mikrotik/ios, tidak bisa dioprek, diinstall ssh dan lain-lainnya.


lihat ip public di router
Router ini block all traffic dari luar, jadi semua yang mau scanning/crawling, dsb pasti gagal, karena semua port ditutup. nah untuk memberikan akses dari luar, router ini mempunyai kemampuan port forwarding atau nama lainnya port redirection/ traffic redirection.
port di komputer rumah yang dibuka bisa dilihat di gambar

Bagaimana caranya untuk memberikan port forwarding pada host tertentu? dalam hal ini komputer rumah dengan ip privat 192.168.123.7/24.
Caranya : masuk kedalam web control panel yang sudah disediakan router pada umumnya.
masuk ke Applications -> Port Forwarding, tambahkan line port yang dibutuhkan,
misal port = 8006, protocol = tcp/udp(Both),

ok.. waktunya pergi ke kampus.

sampai, laptop konek-kan ke wifi terdekat, dapat ip local 10.122.1.84/24.

jika sistem menggunakan linux maka buka terminal,
$ ssh -fgCND 7777 user@202.46.129.133
password : xxxxx

untuk penjelasan command bisa kesini.
http://arifkhumaidi.blogspot.com/2012/03/ssh-tunnel-sebagai-socks5-proxy.html

cek apakah port forwarding pada komputer linux kita sudah benar-benar siap dipakai.
# netstat -atupln |grep 7777



setting proxy browser ke
Socks5 127.0.0.1  port 7777


lalu tinggal akses internet browser ke xxx.xxx.120.190:8006

tara....


atau pakai domain.. dengan port yang sama


*note :
- anehnya ssh, ftp, tidak berhasil

belum tahu mengapa, padahal ftp sudah saya port forward, dan sudah listen di komputer rumah. tes lokal sukses.

Tuesday, September 16, 2014

Cloud kecil-kecilan dengan opennode

pertama install dulu centos versi 6+ minimal install
kemudian baru konversi ke opennode

yum install -y wget
wget -q -O - http://opennodecloud.com/download/centos6-to-opennode6.sh | bash


setelah selesai kamu akan disuruh mereboot sistem.
tampilan awal
ketika ingin membuat guest vm,
gunakan virt-manager
lalu tinggal klik sana sini seperti layaknya virtualbox/vmware.


Centos Documentation

===== Select Network =====
yum -y update

vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED="no" //network-manager
BOOTPROTO=none
IPADDR=192.168.123.61
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=192.168.123.254
HWADDR=4A:4F:62:00:59:98
DNS1=192.168.123.7
DNS2=192.168.123.14
DOMAIN=cloud-node-01.local

====== hostname =========
nano /etc/hosts
127.0.0.1       localhost
192.168.123.61  debian11.cloud-node-01.local debian11

nano /etc/networks
default 0.0.0.0
loopback 127.0.0.0
link-local 169.254.0.0
localnet 192.168.123.0 //penting

nano /etc/sysconfig/network
HOSTNAME= debian11

============ NTP / LocalTime ============
yum install tzdata
tzselect
hwclock --systohc

yum -y install ntp
/etc/ntp.conf

============= Binding single interface = 2 networks ========
cp /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 /etc/sysconfig//network-scripts/ifcfg-eth0:1
root@debian11:~# nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0:1
DEVICE=eth0:1
NAME="System eth0:1"

hapus ini
HWADDR = XXXX.XXXX
UUID = XXXX.XXXX

============ Bonding 2 NIC = 1 Network =================
yum -y install bind-utils ethtool
========= create file bond0 ========
nano /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-bond0
yum search pci
yum install pciutils.x86_64
rpm -ivh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/i386/epel-release-6-8.noarch.rpm
yum install iftop
nano /etc/modprobe.d/bonding.conf
alias bond0 bonding
options bond0 mode=5 miimon=100

modprobe bonding


ifconfig add eth1
eth0 4A:4F:62:00:59:98
eth1 HWADDR=DE:62:EC:BB:6E:56

========================= bond0 ===========================
DEVICE="bond0"
TYPE=Ethernet
ONBOOT=yes
USERCTL=no
NM_CONTROLLED="no"
BOOTPROTO=none
IPADDR=192.168.123.61
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=192.168.123.254
DNS1=192.168.123.7
DNS2=192.168.123.14
DOMAIN=cloud-node-01.local
DEFROUTE=yes
PEERDNS=yes
PEERROUTES=yes
IPV4_FAILURE_FATAL=yes
IPV6INIT=no
NAME="System bond0"

====================== eth0 ============================
DEVICE=eth0
TYPE=Ethernet
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED="no"
BOOTPROTO=none
HWADDR=4A:4F:62:00:59:98
NAME="System eth0"
MASTER=bond0
SLAVE=yes

===================== eth1 =============================
DEVICE=eth1
TYPE=Ethernet
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED="no"
BOOTPROTO=none
HWADDR=DE:62:EC:BB:6E:56
NAME="System eth1"
MASTER=bond0
SLAVE=yes

=================== Packages yum teknik ===================
clean any cached package information
yum clean packages

clean any cached XML-based metadata
yum clean metadata

clean cached databases files
yum clean dbcache

clean all files and unnecessary disk
yum clean all

rebuild yum cache
yum makecache

yum -y update --skip-broken
yum search package-name
yum info pack-name
yum deplist pack-name
yum list installed // untuk melihat yg diinstal

//managing repository CentOS
yum install yum-plugin-priorities
nano /etc/yum/pluginconf.d/priorities.conf //enabled =1

nano /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
[base] [updates] [extras] tambahi line, priority=1.
yum -y update

=============== uninstall ovirt-engine ============
yum remove ovirt\*
[root@CentosOVirt ~]# yum history list ovirt-engine-setup-plugin-allinone
     8 | root              | 2014-09-16 11:39 | Erase          |    1
     7 | root              | 2014-09-16 07:27 | Install        |  247 EE
[root@CentosOVirt ~]# yum history undo 7

========== install aio ovirt ==================
yum -y update
yum -y install http://plain.resources.ovirt.org/pub/yum-repo/ovirt-release34.rpm
yum install ovirt-engine-setup-plugin-allinone

error meta for eepl
yum install pciutils

========= open mode 6 on centos 6 ==================
yum install -y wget
wget -q -O - http://opennodecloud.com/download/centos6-to-opennode6.sh | bash

========================= opennode =============================
DEVICE=eth0
TYPE=OVSPort
DEVICETYPE=ovs
BOOTPROTO=none
OVS_BRIDGE=vmbr0
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED=no
USERCTL=no
HWADDR=BC:5F:F4:89:BE:10

DEVICE=vmbr0
TYPE=OVSBridge
ONBOOT=yes
DEVICETYPE=ovs
OVSBOOTPROTO="dhcp"
OVSDHCPINTERFACES="eth0"
HOTPLUG=no
NM_CONTROLLED=no
USERCTL=no
STP=off
MACADDR=$( /sbin/ifconfig eth0 | /bin/grep HWaddr | /bin/awk '{ print $5 }' )

============= centos guest =========================
DEVICE=eth0
TYPE=Ethernet
UUID=2ba03566-549c-465a-a0dc-880559cd68dd
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED=no
BOOTPROTO=none
IPADDR=192.168.123.8
PREFIX=24
GATEWAY=192.168.123.254
DNS1=8.8.8.8
DEFROUTE=yes
IPV4_FAILURE_FATAL=yes
IPV6INIT=no
NAME="System eth0"
HWADDR=52:54:00:6E:FF:56

Sunday, September 14, 2014

Mengganti Hardisk RAID1 pada debian

suatu ketika hardisk pada serverku error,
dan ketika sudah bisa digunakan, saya coba menambahkan lagi pada mdadm array, tapi gagal
error "not large enough to join array mdadm"

akhirnya ganti command mdadm --add /dev/md0 /dev/vda2
dan tunggu hingga hasil recovery selesai

Tuesday, September 9, 2014

Error ldconfig dan VLC not supposed to be root

solusi error ldconfig : #export PATH=$PATH:/usr/local/sbin:/usr/sbin:/sbin

solusi vlc jalan dalam akun root
1. install hex editor seperti bless
# apt-get install bless
2. edit /usr/bin/vlc kata geteuid menjadi getppid
# bless /usr/bin/vlc

Friday, September 5, 2014

Macam-macam bonding mode

mode

 Specifies one of the bonding policies. The default is
 balance-rr (round robin).  Possible values are:

 balance-rr or 0

  Round-robin policy: Transmit packets in sequential
  order from the first available slave through the
  last.  This mode provides load balancing and fault
  tolerance.

 active-backup or 1

  Active-backup policy: Only one slave in the bond is
  active.  A different slave becomes active if, and only
  if, the active slave fails.  The bond's MAC address is
  externally visible on only one port (network adapter)
  to avoid confusing the switch.

  In bonding version 2.6.2 or later, when a failover
  occurs in active-backup mode, bonding will issue one
  or more gratuitous ARPs on the newly active slave.
  One gratuitous ARP is issued for the bonding master
  interface and each VLAN interfaces configured above
  it, provided that the interface has at least one IP
  address configured.  Gratuitous ARPs issued for VLAN
  interfaces are tagged with the appropriate VLAN id.

  This mode provides fault tolerance.  The primary
  option, documented below, affects the behavior of this
  mode.

 balance-xor or 2

  XOR policy: Transmit based on the selected transmit
  hash policy.  The default policy is a simple [(source
  MAC address XOR'd with destination MAC address XOR
  packet type ID) modulo slave count].  Alternate transmit
  policies may be selected via the xmit_hash_policy option,
  described below.

  This mode provides load balancing and fault tolerance.

 broadcast or 3

  Broadcast policy: transmits everything on all slave
  interfaces.  This mode provides fault tolerance.

 802.3ad or 4

  IEEE 802.3ad Dynamic link aggregation.  Creates
  aggregation groups that share the same speed and
  duplex settings.  Utilizes all slaves in the active
  aggregator according to the 802.3ad specification.

  Slave selection for outgoing traffic is done according
  to the transmit hash policy, which may be changed from
  the default simple XOR policy via the xmit_hash_policy
  option, documented below.  Note that not all transmit
  policies may be 802.3ad compliant, particularly in
  regards to the packet mis-ordering requirements of
  section 43.2.4 of the 802.3ad standard.  Differing
  peer implementations will have varying tolerances for
  noncompliance.

  Prerequisites:

  1. Ethtool support in the base drivers for retrieving
  the speed and duplex of each slave.

  2. A switch that supports IEEE 802.3ad Dynamic link
  aggregation.

  Most switches will require some type of configuration
  to enable 802.3ad mode.

 balance-tlb or 5

  Adaptive transmit load balancing: channel bonding that
  does not require any special switch support.

  In tlb_dynamic_lb=1 mode; the outgoing traffic is
  distributed according to the current load (computed
  relative to the speed) on each slave.

  In tlb_dynamic_lb=0 mode; the load balancing based on
  current load is disabled and the load is distributed
  only using the hash distribution.

  Incoming traffic is received by the current slave.
  If the receiving slave fails, another slave takes over
  the MAC address of the failed receiving slave.

  Prerequisite:

  Ethtool support in the base drivers for retrieving the
  speed of each slave.

 balance-alb or 6

  Adaptive load balancing: includes balance-tlb plus
  receive load balancing (rlb) for IPV4 traffic, and
  does not require any special switch support.  The
  receive load balancing is achieved by ARP negotiation.
  The bonding driver intercepts the ARP Replies sent by
  the local system on their way out and overwrites the
  source hardware address with the unique hardware
  address of one of the slaves in the bond such that
  different peers use different hardware addresses for
  the server.

  Receive traffic from connections created by the server
  is also balanced.  When the local system sends an ARP
  Request the bonding driver copies and saves the peer's
  IP information from the ARP packet.  When the ARP
  Reply arrives from the peer, its hardware address is
  retrieved and the bonding driver initiates an ARP
  reply to this peer assigning it to one of the slaves
  in the bond.  A problematic outcome of using ARP
  negotiation for balancing is that each time that an
  ARP request is broadcast it uses the hardware address
  of the bond.  Hence, peers learn the hardware address
  of the bond and the balancing of receive traffic
  collapses to the current slave.  This is handled by
  sending updates (ARP Replies) to all the peers with
  their individually assigned hardware address such that
  the traffic is redistributed.  Receive traffic is also
  redistributed when a new slave is added to the bond
  and when an inactive slave is re-activated.  The
  receive load is distributed sequentially (round robin)
  among the group of highest speed slaves in the bond.

  When a link is reconnected or a new slave joins the
  bond the receive traffic is redistributed among all
  active slaves in the bond by initiating ARP Replies
  with the selected MAC address to each of the
  clients. The updelay parameter (detailed below) must
  be set to a value equal or greater than the switch's
  forwarding delay so that the ARP Replies sent to the
  peers will not be blocked by the switch.

  Prerequisites:

  1. Ethtool support in the base drivers for retrieving
  the speed of each slave.

  2. Base driver support for setting the hardware
  address of a device while it is open.  This is
  required so that there will always be one slave in the
  team using the bond hardware address (the
  curr_active_slave) while having a unique hardware
  address for each slave in the bond.  If the
  curr_active_slave fails its hardware address is
  swapped with the new curr_active_slave that was
  chosen.

Wednesday, September 3, 2014

Usaha di Indonesia??

Saya punya teman, sejak tahun 2000 setelah pabrik garmennya bangkrut di Indonesia, dia memindahkan bisnisnya ke China, tepatnya di kota Shenzhen. Dia tidak punya pabrik di China. Tapi omzetnya sebagai exporter lebih besar dibandingkan dulu ketika dia punya pabrik di Indonesia. Bagaimana bisa ? ya dia memang punya relasi pasar yang luas di Amerika dan Eropa karena pengalamannya dalam business garmen dan eksport lebih dari 15 tahun. Itu sangat membantunya. Berdasarkan pesanan dari pembeli di AS dan Eropa tersebut dia mendatangi pabrik Tenun, Pabrik Tektil dan Pabrik garmen, Pedagang Kapas, Produsen Bahan kImia. Kepada pabrik tenun dia memesan benang yang sesuai dengan standard dan design yang ditentukannya. Pedagang Kapas memasok kapas kepabrik tenun dan produsen bahan kimia memasok bahan pewarna ke pabrik tenun. Setelah benang jadi, dia mengirim benang itu kepada pabrik Tektil untuk digunakan membuat bahan pakaian. Setelah lembaran bahan selesai dibuat , selanjutnya dia kirim ke pabrik Garmen untuk dibuat pakaian sesuai dengan design yang ditentukan oleh pembelinya. Keliatannya prosesnya sangat rumit. Tidak ! Itu dilakukannya hanya dengan melibatkan karyawan 2 orang dikantornya yang kecil di Shenzhen. Setiap bulan dia bisa mengeksport Garmen 20 kontainer. Hebat, kan.

Kalau anda mempunyai Ipad selular maka ketahuilah bahwa didalam selular anda itu terdapat puluhan industry yang memasok berbagai komponen hingga dapat dirakit menjadi selular. Kalau anda didalam kendaraan maka ketahuilah bahwa pada kendaraan itu terdapat berbagai industry yang memberikan dukungan hingga kendaraan itu utuh dan bisa dijalankan. Mengapa ? anda duduk dalam mata rantai supply industry yang rumit. Ban, body kendaraan , interior dan lainnya dihasilkan dari bahan baku minyak bumi atau nafta serta olefin. Masing masing material kendaraan itu merupakan part yang diproduksi oleh industry berbeda. Semua produk yang kita nikmati untuk memanjakan hidup sebagai orang modern merupakan gabungan dari barbagai produk yang dihasilkan oleh berbagai jenis usaha. Ini disebut dengan supply chain. Yang membuat ekonomi china tumbuh karena china memiliki supply chain yang terstruktur dan canggih serta lentur. Hampir 90% supply chain industry di China adalah usaha dalam negeri china sendiri. Akibatnya untuk menghasilkan produk eksport , belanja import china sangat rendah. Pertumbuhan ekonomi melahirkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat. Berbeda dengan India dan negara lainnya, dimana peningkatan eksport diiringi oleh meningkatnya import. Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung negara tersebut masuk dalam wilayah krisis. Hal ini karena negara tersebut lemah dalam hal supply chain.

Itu sebabnya kehebatan teman saya dalam mengenbangkan bisnisnya di China lebih disebabkan oleh kehebatan system supply chain di China dan dukungan logistik system yang efisien.Karena terbukti usahanya selama 15 tahun di Indonesia justru membuat dia bangkrut. Karena disamping bunga bank yang tinggi juga terlalu banyak pungutan dari pejabat yang korup, dan yang lebih membuat usahanya tidak efisien adalah supply chain yang berkualitas terpaksa dari luar negeri. Untuk itu dia harus import. Nah ketika import , proses masuknya barang di gudang sangat ruwet karena logistik system yang brengsek harus melewati jalur birokrasi beacukai yang korup. Ongkosnya jadi sangat mahal dan waktu yang tidak sebentar. Karena itu , untuk mengamankan proses produksinya dia harus punya stok sedikitnya untuk tiga bulan. Di china, menurutnya, bunga kredit export sangat rendah. Supply chain tersedia dimana saja dan selalu on time delivery, sehingga dia bisa membuat jadwal produksi dengan tepat dan juga jadwal eksport dengan tepat pula. Dia juga tidak perlu harus stok material karena barang selalu tersedia sesuai jadwal pesanan. Itu sebabnya banyak pabrik di China tidak mempunyai gudang besar untuk menyimpan material.Jadi benar benar efisien.

Di China, anda akan menemukan industry berkelas dunia seperti Siemen, Nokia, Samsung, Apple, SONY, SANYO, GE, Boeing , Audi, Mercy, Toyota dll. Hampir sebagian besar industry tersebut mendapatkan dukungan supply chain dari dalam negeri china yang sebagian besar mereka adalah Usaha Menengah dan Kecil. Profesor Zheng Yusheng berpendapat bahwa cara yang tepat untuk mengukur daya saing manufaktur tidak dengan membandingkan biaya tenaga kerja saja, namun dengan membandingkan rantai pasokan ( supply chain). Semakin handal supply chain maka semakin efisien proses produksi tersebut. Kehandalan Supply chain inilah yang membuat ribuan pabrikan berkelas dunia dari manca Negara berdatangan ke china untuk membangun pabrik ( pusat produksi) atau memanfaatkan industry china untuk menjadi agent pemasaran diseluruh dunia. Ini tentu berdampak kepada pertumbuhan ekonomi karena dari terbangunnya pabrik akan menimbulkan dampak berganda dengan tumbuhnya usaha pendukung lainnya seperti jasa serta terserapnya angkatan kerja dalam jumlah besar.

Lantas bagaimana China bisa menyediankan supply chain tersebut? Menurut teman saya bahwa di China hampir semua industry hulu dikelola oleh BUMN. BUMN juga bertindak sebagai pengelola logistik hasil pertanian untuk memenuhi industri food processing dan medicine herbal industry. Pemerintah juga menyediakan Pusat Riset untuk mendukung usaha supply chain bagi industri high tech. Di Hulu inilah pemerintah melakukan subsidi terselubung dengan harga jual yang murah untuk memberikan dukungan berkembangnya usaha dihilir yang jumlahnya jutaan di seluruh pelosok china untuk menjadi bagian dari supply chain manufactur berkelas dunia. Untuk menjamin logistik bagi supply chain itu maka pemerintah menyediakan system transprotasi darat, laut dan udara yang sangat efisien. Sehingga dimanapun supply chain berada tidak akan menghambat kelancaran logistik. Ya itu semua karena kebijakan ekonomi china tidak partial tapi comprehensive dan integrated. Membangun memang seharusnya by design dan focus kepada hasil bukan pragmatis. Bagaimana dengan Indonesia? ... Semoga Jokowi tidak terjebak dengan kebijakan populer yang hanya memuat rakyat selalu tangan dibawah. Jokowi harus bisa memastikan setiap orang mencari nafkah mudah dan orang bisa belanja dengan harga berapapun...

sumber : status fb dosen. . .