Minggu, 19 Juni 2016

Sesungguhnya keabsahan suatu amal tergantung niatnya.

"Innamal a'maalu binniyaat"
Sesungguhnya keabsahan suatu amal tergantung niatnya.
"Wa innamaa likullim ri'im maa nawaa"
Dan sesungguhnya setiap orang akan menerima balasan sesuai dengan niatnya.
"Faman kaanat hijratuhuu ilallaahi wa rasuulihii fahijrotuhuu ilallaahi warasuulihi"
Hijrah keluar dari zona nyaman hendaknya dilandasi karena Allah dan RasulNya, yakni berorientasi kepada keteladanan Kanjeng Nabi dan pelaksanaannya semata-mata Lillaahi Ta'ala.
"Waman kaanat hijratuhu ilaa dunyaa yushiibuhaa au imra'atin yatazawajjuhaa, fahijratuhu ilaa maa hajara ilaihi"
Konflik kepentingan di saat keluar dari zona nyaman biasanya adalah duniawi, termasuk di dalamnya finansial materi dan hasrat birahi. Maka niat kita harus dipastikan lagi, agar tetap murni dilandasi keteladanan Kanjeng Nabi dan kepatuhan terhadap perintah Ilahi.
Reminder ini untuk memastikan kembali motivasi aktifitas yang kita lakukan, bahwa semua lafadh niat harus berakhiran dengan kalimat "Lillaahi Ta'ala".
Bila niatnya sudah benar dan keberhasilannya telah dimohonkan kepada Allah, maka tidak perlu khawatir. Semua yang terjadi pastilah terjadi dengan alasan yang baik dan diniatkan oleh Tuhan untuk kebaikan hambaNya yang sudah sedemikian tulus berniat kepadaNya. Bahkan seandainya ada sedikit sesi gagal, maka sesungguhnya kegagalan itupun adalah sarana Tuhan untuk membimbing ke arah kebaikan dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

have a question, just spill it :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...